Baru-baru
ini kita mendengar berita meninggalnya Neil Amstrong. Anda tau Neil Amstrong?? Kalau
saya ga begitu tau…yang saya lebih tau adalah Lance Amtrong pembalap sepeda
asal AS yang menjuarai Tour de France sebanyak 7 kali secara berurutan..(trus
aku harus bilang Wow gitu)..
Neil
Amstrong adalah mantan astronot Amerika Serikat yang pertama kali mendaratkan
kakinya ke bulan, Neil Amstrong, meninggal dunia pd tanggal 25 agustus 2012 kemarin.
Dia tokoh yang fenomenal karena berhasil mematahkan pemikiran orang tua jaman
dulu..bahwa tidak mungkin manusia bisa sampai ke bulan, yang ada wanita datang bulan
..uppss. Yang agak unik dari Neil Amstrong selain sebagai astronot juga cerita
yang menyelimuti perihal dirinya menjadi mualaf. Ceritanya pun
bermacam-macam..ada yang memang seperti kisah bahwa Neil Amstrong memperoleh
hidayah setelah perjalanannya ke bulan. Namun dari beberapa situs yang saya
baca bahwa Neil Amstrong menjadi mu’alaf tidaklah benar. Tulisan/artikel
yang membahas Neil Armstrong menjadi muslim adalah situs-situs di Asia Tenggara
(Maroko, Filipina, Indonesia, Malaysia) terutama di Indonesia, orang-orang
barat menganggap negara-negara disini
memiliki pendidikan yang rendah. Pernah kejadian saat Neil Armstrong ke
Malaysia dan ditanyakan hal itu, ia heran, apakah hal seperti ini perlu
dikonfirmasikan ke Neil Armstrong sendiri, karena peryataan seperti itu
sangatlah aneh, ia tidak pernah ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah Haji. Dan
jika dijawab ia tidak pernah mendengar adzan, maka si penanya muslim yang
kecewa dan tidak percaya (hal ini juga dianggap kebodohan). Ia memang pernah ke
Mesir, tapi tidak untuk Naik haji ke mekkah.
Sejatinya Umat
muslim tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan dirinya bahwa agama
Islam yang dianutnya adalah benar. Jika kita meyakini agama kita benar, maka
yakinilah bahwa hal itu benar. Muslim dianggap menggunakan nama besar Neil
Armstrong untuk membenarkan agamanya. Andai saja cerita tersebut kebohongan
(hoax) justru umatnya sendiri yang jadi bahan tertawaan. Bahkan bisa jadi
cerita itu dibuat untuk menghina umat muslim. Dalam beberapa jurnal barat
dikatakan, umat muslim memerlukan nama-nama besar/cerita palsu untuk menambah
keyakinannya.
Kita harus
percaya nama dan ajaran yang dibawa Rrasullullah sudah besar dan kebenarannya
hakiki dunia-akherat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar