Bagi masyarakat Indonesia pulang
ke kampung halaman/kelahiran dihari raya Idul Fitri merupakan sebuah tradisi
yang turun temurun, tidak hanya dirasakan umat muslim saja. Sungkem kepada
orang tua dan bertemu sanak family merupakan kebahagiaan yang sulit diukur
secara materi. Bagi para perantau momentum libur lebaran yg cukup panjang
dijadikan saat yang tepat untuk pulang bersilaturahmi. Perjalanan macet dan
butuh perjuangan yang cukup berat untuk dapat mudik di hari raya banyak
dirasakan. Perasaan bangga jika bisa pulang ke kampung halaman, terlebih dengan
membawa kesuksesan dan perubahan yg lebih baik. Bersilaturahmi ke tempat
saudara dan sahabat menjadi kebahagiaan batin tersendiri. Mobil dan kendaraan
bagus serta pakaian dan aksesoris indah memantapkan dalam berkunjung, keluarga
pun turut bangga dengan kesuksesannya. Kesederhanaan dan kerendahan hati dalam
bersilaturahmi membawa warna tersendiri. Diantara hiruk pikuk keglamoran di
hari raya terlihat seorang bapak-bapak
yang menuntun sepeda tuanya dengan dua anaknya naik di atas sepeda dan
sang ibu mengiringinya dari belakang, mereka tampak rukun dan bahagia menuju ke
tempat sanak family mereka, dengan baju terbagus yang mereka miliki. Ada
buntelan tas plastik yang dibawa *mungkin saja bingkisan/oleh2 dari saudaranya.
Indahnya bersilaturahmi memang
sangat terasa, ucapan yang berupa do’a menyelip diantara kata-kata…”semoga
diberi kesehatan, tambahan rejeki, pinter dlm sekolah, enteng jodoh, dimudahkan
dalam mengasuh anak, dlll..sering kita dapatkan di saat bersilaturahmi, semoga
saja diantara do’a2 tersebut terkabul.. Begitu besar manfaat menjalin
silaturahmi itu terasa karena saling mendo’akan.
…Mari kita jaga silaturahmi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar